Warisan Budaya yang Terus Dijaga Masyarakat Wilayah Adat Liae

Monitoring Kegiatan HOLE

SABU RAIJUA-DISPARBUD – Masyarakat wilayah adat Liae di Kecamatan Sabu Liae kembali melaksanakan kegiatan adat Hole Liae sebagai bentuk pelestarian tradisi leluhur yang diwariskan secara turun-temurun. Kegiatan adat yang berlangsung dengan penuh khidmat tersebut diikuti oleh tokoh adat, pemerintah desa, tokoh masyarakat, pemuda, serta masyarakat dari berbagai kampung adat di wilayah Liae.

Pelaksanaan Hole Liae diawali dengan ritual adat dan doa bersama yang dipimpin para tetua adat sebagai ungkapan penghormatan dan rasa syukur kepada leluhur (Deo Ama) atas kehidupan, hasil panen selama musim tanam, serta keselamatan masyarakat. Selain itu, ritual ini juga menjadi sarana mempererat hubungan kekeluargaan dan persatuan antar udu kerogo di wilayah adat Liae.

Rangkaian kegiatan adat di wilayah adat Liae telah dilaksanakan sejak tanggal 3 Mei 2026 yang dimulai dengan ritual adat Bangaliwu, diikuti dengan Pehere Jara Bui Ihi yang dipimpin oleh Mone Ama Pulodo. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mengenakan pakaian adat khas Sabu dan membawa berbagai perlengkapan adat sebagai simbol penghormatan terhadap nilai-nilai budaya yang telah diwariskan para leluhur. Suasana kebersamaan tampak begitu kuat melalui partisipasi masyarakat yang terlibat aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan adat.

Tokoh adat setempat menyampaikan bahwa Hole Liae bukan sekadar tradisi seremonial, tetapi juga menjadi ruang untuk menanamkan nilai kebersamaan, gotong royong, penghormatan terhadap leluhur, serta menjaga identitas budaya masyarakat Sabu agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

Hole Liae Hidupkan UMKM Lokal

Pelaksanaan kegiatan adat Hole Liae di wilayah adat Liae, Kecamatan Sabu Liae tidak hanya menjadi momentum pelestarian budaya, tetapi juga membawa dampak positif bagi pertumbuhan UMKM lokal dan perekonomian masyarakat setempat.

Rangkaian kegiatan adat yang dihadiri masyarakat dari berbagai wilayah tersebut dimanfaatkan para pelaku usaha kecil untuk menjajakan beragam produk lokal khas Sabu, mulai dari kain tenun, kuliner tradisional, hasil kerajinan tangan, hingga hasil kebun dan berbagai produk olahan masyarakat.

Melalui pelaksanaan kegiatan adat Hole Liae, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Merry Christin Moru, S.ST berharap nilai-nilai budaya dan kearifan lokal tetap terjaga serta dapat diwariskan kepada generasi muda sebagai identitas dan kebanggaan masyarakat Sabu Raijua serta menjadi ruang strategis untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan sekaligus memperkuat promosi budaya daerah.

Next
Next

Lomba Ledo, Ped’doa, Tarian Kreasi dan Fashion Show Dalam Rangka HUT RI ke - 81 Tahun 2026.