Tingkatkan Kapasitas Pelaku Ekonomi Kreatif, Dinas Parekraf NTT Dorong Pengembangan Potensi Lokal Sabu Raijua melalui Pelatihan untuk Mendukung Program OVOP

Sabu Raijua, 16 September 2026 – Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan keterampilan pelaku ekonomi kreatif sekaligus mendukung pengembangan produk unggulan daerah melalui program One Village One Product (OVOP), Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Timur melaksanakan Pelatihan Pengembangan Kapasitas Pelaku Ekonomi Kreatif di Kabupaten Sabu Raijua.

Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 16–18 September 2026 tersebut bertempat di Aula Taman Wisata Skyber, Kabupaten Sabu Raijua dan berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sabu Raijua. Pelatihan ini diikuti oleh para pelaku ekonomi kreatif dan masyarakat yang memiliki potensi dalam pengembangan produk olahan berbasis sumber daya lokal.

Salah satu materi utama dalam kegiatan ini adalah pelatihan pembuatan dodol dan gula semut berbahan dasar buah lontar dan nira. Pemilihan bahan tersebut merupakan bentuk pemanfaatan potensi lokal Kabupaten Sabu Raijua yang memiliki kekayaan sumber daya alam, khususnya tanaman lontar yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan dan budaya masyarakat Sabu.

Melalui pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah buah lontar dan nira menjadi dodol dan gula semut sehingga menjadi produk pangan yang memiliki nilai tambah. Selain proses pembuatan, peserta juga diarahkan untuk memperhatikan aspek kebersihan, kualitas bahan baku, cita rasa, pengemasan, serta potensi pengembangan produk agar memiliki daya saing dan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong pelaku ekonomi kreatif untuk tidak hanya menjual bahan atau hasil pertanian dalam bentuk mentah, tetapi mampu melakukan diversifikasi dan inovasi produk sehingga menghasilkan produk olahan khas daerah yang dapat menjadi identitas dan daya tarik ekonomi kreatif Kabupaten Sabu Raijua.

Pengembangan dodol buah lontar “Do’do Wokelli” dan gula semut “Megorru Lawo” juga memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai produk unggulan khas Sabu Raijua, baik untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal maupun sebagai oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Sabu Raijua. Dengan pengemasan dan pemasaran yang baik, produk tersebut diharapkan mampu mendukung promosi potensi daerah sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi masyarakat dan pelaku UMKM.

Program OVOP pada prinsipnya mendorong pengembangan produk berbasis potensi lokal dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi bagian penting agar potensi bahan baku lokal dapat diolah menjadi produk yang berkualitas, bernilai ekonomi dan memiliki karakteristik yang mencerminkan identitas daerah.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sabu Raijua, Merry Christin Moru,S.ST menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap pelatihan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan keterampilan, kreativitas dan kemampuan mengembangkan produk ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

Melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua dan para pelaku ekonomi kreatif, diharapkan produk berbahan dasar buah lontar dan gula semut dapat terus dikembangkan menjadi produk unggulan daerah yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif, pemberdayaan masyarakat, UMKM serta pengembangan pariwisata di Kabupaten Sabu Raijua

Next
Next

Hari Ketiga Gebyar Kemerdekaan Tingkat Kabupaten Sabu Raijua, Wisatawan Australia Nikmati Pesona Seni dan Budaya Sabu Raijua